Tutorial | Games | News | Download

Laksamana Zheng He, terlahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya Propinsi Yunan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian dari warga minoritas Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama Islam. Ayah dan kakek Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri tumbuh besar dengan banyak mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Ia adalah Muslim yang taat.

Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana. Para peserta seminar yang diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London sekitar 2,5 tahun lalu dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies dengan paparannya dan lantas mendapat perhatian besar.


Pernyataan Gavin Menzies

Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya dengan Ceng Ho). Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan sejarah, dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari masa dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus.

Bahkan menurutnya, Zheng He ‘mengalahkan’ Columbus dengan rentang waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah. Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu.

”Laksamana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama benua Amerika,”ujarnya. Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night.


Penemuan Peta Kuno

Pernyataan Menzies didukung juga dengan penemuan Peta kuno yang baru dipamerkan di Beijing, Senin (16/1/2006). Namun, sebagian kalangan meragukan keaslian peta yang kertasnya telah menguning tersebut karena menggambarkan wilayah Amerika Utara dan Selatan dengan detail yang tidak lazim. Salinan peta kuno tersebut dibeli pada tahun 2001 oleh seorang pengacara China yang juga kolektor benda seni, Liu Gang.

Peta Kuno

Dia mengaku tidak mengetahui arti penting peta tersebut sebelum membaca buku karya penulis Inggris, Gavin Menzies, yang menilai bahwa bukan Columbus yang pertama kali menemukan Amerika, melainkan seorang laksamana Tiongkok.

Buku berjudul “1421: the Year China Discovered America” karangan Menzies tersebut menyebut Zheng He memimpin armada berkekuatan 30.000 orang dan 300 kapal ke benua Amerika di abad ke-15. Zheng membawa misi dari Kekaisaran Ming untuk memperluas pengaruh China ke seluruh dunia. Tidak heran bila Zheng dan anak buahnya juga pernah singgah ke wilayah Indonesia, di antaranya Semarang, di abad ke-15.
“Peta ini mencantumkan informasi yang diyakini akan membantu kita memahami perjalanan ketujuh Zheng He,” kata Liu yang membeli peta tersebut seharga US$ 500 dari sumber yang tidak disebutkan. “Peta tersebut menunjukkan bahwa penjelajah China tersebut telah berada di Amerika jauh sebelum Columbus. Peta tersebut juga menunjukkan pemahaman bangsa China atas seantero jagad,” lanjut Liu.


Perbandingan Armada Laksamana Zheng He dan Columbus

Perbandingan angkatan laut Zheng He dengan angkatan laut ColumbusSamuel M. Wilson, digambarkan seorang Professor Anthropology di University of Texas di Austin, Amerika Serikat seperti berikut:

“A huge fleet left port in 1414 and sailed westward on a voyage of trade and exploration. The undertaking far surpassed anything Columbus, Isabella, and Ferdinand could have envisioned. The fleet included at least sixty-two massive trading galleons, any of which could have held
Columbus’s three small ships on its decks. The largest galleons were more than 400 feet long and 150 feet wide (the Santa Maria, Columbus’s largest vessel, was about 90 by 30 feet), and each could carry about 1,500 tons (Columbus’s ships combined could carry about 400 tons). More than one hundred smaller vessels accompanied the galleons. All told, 30,000 people went on the voyage, compared with Columbus’s crew of 90-some.”

Satu angkatan laut meninggalkan pelabuhan pada tahun 1414 dan berlayar ke arah barat untuk tujuan perniagaan dan penerokaan. Pelayaran tersebut jauh melebihi apa yang terjangkau oleh Columbus (Cristopher Columbus yang disebut sebagai ahli pelayaran yang pertama menemui Amerika), Raja Ferdinand dan Ratu Isabella (yang bergabung untuk mengalahkan Kerajaan Islam terakhir di Andalusia yaitu Granada pada tahun 1492). Angkatan tersebut terdiri dari sedikitnya enam puluh dua kapal dagang besar, dimana satu kapal bisa menempatkan ketiga kapal Columbus di atas deknya. Kapal yang terbesar berukuran panjang 400 kaki dan lebar 150 kaki (Santa Maria, kapal Columbus terbesar hanya berukuran 90 kaki panjang dan 30 kaki lebar), dan setiap satu kapal bisa mengangkut kira-kira 1,500 ton (kapal-kapal Columbus jika digabungkan hanya mampu menampung kira-kira 400 ton).
Lebih dari satu ratus kapal-kapal kecil mengiringi kapal-kapal galia tersebut. Dapat dikatakan 30,000 orang ikut dalam perjalanan berbanding awak kapal Columbus yaitu sekitar 90 orang.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: