Tutorial | Games | News | Download

Polri Akan Usut Kebenaran Wikileaks Soal Serangan Balasan TerorisDokumen dari kawat diplomatik AS terkait Indonesia yang dibocorkan situs WikiLeaks tidak hanya menyangkut kerja sama militer Komando Pasukan Khusus TNI-AD (Kopassus),  kondisi pasca-referendum di Timor Timur (kini Timor Leste), dan pemilu presiden. Yang paling baru, situs tersebut membeberkan laporan perwakilan AS di Jakarta kepada Washington tentang kemungkinan serangan balasan teroris terkait eksekusi mati para pelaku bom Bali pada 2008.

Dalam laporan yang merupakan memo Departemen Luar Negeri (Deplu) AS di Washington DC itu pemerintah AS sempat menyebut adanya potensi serangan balasan di salah satu mall ternama di Jakarta Utara. Tanggal dalam kawat diplomatik yang baru dirilis adalah 1-3 November 2008 dan berkatagori rahasia (Secret) dengan nomor referensi 116943. Laporan itu merujuk eksekusi mati Imam Samudra, Amrozi, dan Ali Gufron di LP Nusakambangan, 9 November 2008.

Walaupun potensi informasi lain yang lebih krusial terkait Indonesia berpotensi tersebar di internet, namun pemerintah belum berencana mengambil tindakan konkret. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengatakan opsi untuk memblokir situs tersebut belum akan ditempuh. “Sampai saat ini belum ada rencana memblokir. Entah lusa entah minggu depan. Kami masih menganalisa banyak faktor,” ujad Tifatul ketika dihubungi di Jakarta Sabtu kemarin (5/12).

Dalam laporan kawat dipomatik terkait eksekusi Amrozi cs,  disebutkan bahwa serangan teroris atas AS atau kepentingan Barat berpotensi rendah. Artinya, beberapa waktu pascaeksekusi mati ketiga tokoh bom bali itu aktivitas terorisme di Indonesia masih lumpuh dan tidak berkategori bahaya.

Tifatul sudah membaca informasi dan analisa kawat diplomatik tersebut secara detail. Menurut dia, walaupun terkait langsung dalam materi tersebut tapi sampai saat ini tidak ada hal yang harus diklarifikasi ulang oleh pemerintah. Tifatul menilai. sejak mulai diunggah ke domain publik pada Minggu (28/11) hingga (5/12) rentetan bocoran informasi dari WikiLeaks belum mengungkapkan laporan khusus dari Kedutaan Besar AS di Jakarta. WikiLeaks memang mengklaim memiliki 251.287 bocoran memo diplomatik AS dan hingga kini baru mengunggah 821 dokumen.

“Menurut indeks, mereka memang memiliki 3.059 laporan dari Kedubes AS di Jakarta dari November 1990 hingga Februari 2010 tapi kan belum semua dipublish,” kata Tifatul.

Secara terpisah, Kemenlu RI belum berencana memanggil Duta Besar AS di Jakarta untuk menjelaskan kebocoran dokumen tersebut diWikiLeaks. Kemenlu hanya akan memonitor perkembangan isu ini sampai pada batas-batas yang memerlukan diambil tindakan preventif untuk mencegah melebarnnya isu.

“Kami tidak berencana memanggil Dubes AS karena pada hakikatnya masalah ini harus ditangani sendiri oleh mereka,” ujar Jubir Kemenlu Michael Tene. Di bagian lain, Polri menanggapi bocoran informasi Wikileaks soal rencana balasan teroris setelah kematian Imam Samudera dengan tenang. “Selama ini operasi anti terorisme terus berjalan, jadi setiap ancaman pasti sudah dianalisa,” ujar Kabidpenum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar kemarin (05/12).

Mantan Kanit Negosiasi Subden Penindak Densus 88 itu meminta publik tidak cemas dengan informasi Wikileaks. “Tentu dengan kewaspadaan bersama itu (teror) akan bisa dicegah,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: