Tutorial | Games | News | Download

 Indonesia memastikan berada di partai final Piala AFF 2010 setelah mengalahkan Filipina 1-0 (1-0) pada leg kedua semifinal di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad (19/12).

Indonesia bertemu Malaysia berkat keunggulan agregat 2-0. Ini merupakan final keempat bagi Indonesia sejak turnamen antarnegara se-Asia Tenggara ini digelar pada 1996. Partai final sendiri akan dimainkan pada 26 dan 29 Desember dengan sistemhome and away.

Di lima menit pertama Indonesia mengambil inisiatif serangan dan bermain lebih lepas dibanding leg pertama. Umpan-umpan lebih terarah dan sebuah serangan di menit ke-11 memberi peluang pertama bagi Indonesia ketika umpan Yongky Aribowo ke Cristian Gonzales bisa dipotong kiper Neil Etheridge.

Filipina coba mengancam dua menit kemudian lewat tendangan jarak jauh Phil Younghusband, tapi tak terarah. Filipina mulai bisa mengimbangi permainan pasukan asuhan Alfred Riedl. Meski demikian Firman Utina dan Ahmad Bustomi masih bisa mengendalikan tempo dan mengancam sekali lagi lewat sundulan Gonzales yang tepat mengarah ke pelukan Etheridge.

Indonesia berkesempatan memimpin di menit ke-22. Inilah peluang terbaik yang dimiliki timnas. Sayang gagal dimaksimalkan Gonzales ketika gagal tendanganya tidak tepat mengenai bola dan kemudian tembakan Oktavianus Maniani yang melambung. Gonzales atau yang lebih populer disebut El Loco kembali menebar ancaman di menit ke-41.

Di saat timnas mulai menguasai jalannya permainan, di menit ke-43, El Loco membawa Indonesia memimpin 1-0. Diberi ruang mengontrol tepat di depan kotak penalti, sang bomber melepaskan tembakan kencang ke pojok kanan gawang tanpa bisa dijangkau Etheridge. Gol tersebut merupakan gol ketiga El Loco yang memimpin daftar top skorer. Skuad Garuda pun memimpin agregat 2-0. Skor tersebut bertahan hingga babak pertama usai.

Indonesia bisa menjaga ritme permainan dan tembakan jarak jauh Zulkifli Syukur menebar teror saat mengetes kesigapan Etheridge. Bola yang terlepas hampir saja dimanfaatkan Yongky dan klaim penalti diabaikan wasit. Tampak Indonesia memperlambat tempo permainan di 10 menit pertama babak kedua.

Filipina yang tertinggal meningkatkan tekanan. Menit ke-58, Filipina memiliki peluang emas melalui sundulan Nestorio Margarse. Untung arah bola di atas gawang. Serangan balik dari timnas di menit ke-64 gagal dimanfaatkan Okto. Filipina semakin gencar menyerang dan di menit ke-78 kesalahan dari Zulkifli nyaris berbuah petaka. Beruntung bola yang da di kaki pemain Filipina bisa direbut Markus Haris Maulana.

Peluang Indonesia menjaga keunggulan terbuka lebar. Sebab, tiga menit menuju akhir pertandingan Filipina bermain dengan 10 orang. Greatwich diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua akibat melanggar Markus. Pergantian pemain yang dilakukan Riedl cukup mengulur waktu. Hingga wasit asal Bahrain meniup peluit panjang skor tetap 1-0 untuk Indonesia yang melaju ke final dengan agregat 2-0.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: